Teknologi pada 1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G Dan 5G adalah Generasi (G). Teknologi sekarang  sudah sangat maju dan GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA adalah generasinya.

GPRS (General Packet Radio Service) : suatu teknologi yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan paket data. GPRS sering disebut dengan teknologi 2.5G. Fasilitas yang diberikan oleh GPRS : e-mail, mms (pesan gambar), browsing, internet. Secara teori GPRS memberikan kecepatan akses antara 56kbps sampai 115kbps.

EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing).

UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) : perkembangan selanjutnya dari EDGE. UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan fasilitas video streaming, video conference, dan video calling*). Secara teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps.

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) : perkembangan akses data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi pastinya HSDPA lebih cepat.

Generasi Pertama (1G)

Ini merupakan generasi pertama yang digunakan pada ponsel klasik – “brick phones” dan “bag phones” –  sebelum hadirnya smartphone. 1G pertama kali diperkenalkan di tahun 1970-an namun baru terkenal di tahun 1980-an. Jaringan ini hanya dapat digunakan untuk telepon. Jaringan 1G merupakan sinyal radio yang ditransmisikan secara analog yang artinya jaringan ini sangat terbatas. Kecepatannya hanya mencapai 2,4 kbps.

Generasi Ke-2 (2G)

Generasi kedua ini merupakan upgrade terbesar pertama dari analog ke digital, di mana sistem GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access) hadir. Diperkenalkan pada 1990an, teknologi ini memungkinkan untuk mengirim SMS (Short Message Service) selain panggilan suara dan memiliki kecepatan jaringan dari 9kbps ke 14,4 kbps. Kecepatan maksimum 2G dengan General Packet Radio Service atau GPRS adalah 50 Kbps.

Generasi Ke-3 (3G)

Diperkenalkan secara komersial pada tahun 2001, jaringan generasi ketiga ini atau yang juga dikenal sebagai WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobil Telecommunications System) menyediakan kecepatan transmisi data yang lebih cepat dibandingkan EDGE. Secara tertulis, kecepatan jaringannya mencapai 480 Kbps yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan video streaming dan panggilan video (video calls)

Genrasi Ke-4 (4G)

Jaringan generasi keempat dikenal sebagai LTE (Long Term Evolution). Kecepatan jaringan mencapai 100 mbps untuk diunduh dan 50 mbps untuk diunggah. Sistem 4G  dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Jaringan seluler 4G LTE (Long Term Evolution) mulai dinikmati masyarakat Indonesia dan berbagai belahan dunia

Generasi Ke-5 (5G)

5G memiliki kelebihan dibandingkan dengan 4G dalam hal transaksi data yang lebih cepat. Selain itu, generasi ini juga diklaim lebih hemat daya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Keberadaan 5G juga diprediksi akan mempengaruhi pertumbuhan Internet of Things (IoT). Generasi kelima ini masih terus dikembangkan. Bahkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, mereka masih mengembangkan generasi ini.

Meskipun jaringan generasi terbaru 5G baru tersedia di beberapa negara, Huawei sudah memulai risetnya untuk solusi jaringan generasi ke-6, alias 6G, di laboratoriumnya di Ottawa, Kanada. Menurut sebuah laporan, untuk penelitian itu Huawei melakukan kerja sama strategis dengan 13 universitas dan sejumlah lembaga di Kanada. Huawei mengaku membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk melakukan penelitian tersebut. Teknologi jaringan 6G ini pun diperkirakan baru akan tersedia secara komersial setidaknya pada 2030 mendatang. Langkah serupa sebetulnya juga telah diambil Samsung. Pada awal tahun ini, Samsung dikabarkan telah mulai melakukan penelitian jaringan 6G di pusat penelitian mereka yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Huawei juga mengambil langkah serupa dengan melakukan riset awal jaringan 6G, meski jaringan 5G pun belum diimplementasi secara maksimal. Pada Juni lalu, Nokia, Ericsson, dan SK Telecom juga mengumumkan kemitraan strategis dalam pengembangan jaringan 6G. Meski sudah banyak pihak yang sudah mulai meneliti jaringan 6G, namun secara keseluruhan semua ini masih merupakan langkah yang sangat awal. Sebab, hingga saat ini belum ada standar yang jelas untuk jaringan 6G sehingga semua penelitian yang dilakukan sebagian besar masih bersifat teoritis ketimbang praktis. Huawei sendiri memang dikenal sebagai salah satu perusahaan yang getol mengembangkan teknologi jaringan. Raksasa teknologi asal China ini sudah mulai mengembangkan jaringan 5G sejak satu dekade silam. Akan tetapi, beberapa waktu lalu Huawei sempat mendapat batu sandungan ketika Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memasukkan nama Huawei ke dalam daftar hitam. Perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut tidak diperkenankan membeli komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *