Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi sedikit tentang cara mengconfig Router MikroTik tanpa harus mempunyai RouterBorad (RB). Sebelum masuk ke inti pembahasan, kami akan menjelaskan terlebih dahulu Apa itu Integrasi, Apa itu GNS3 dan sebagainya.

Konsep Dasar

Apa Itu Integrasi?

Integrasi merupakan penyatuan unsur-unsur dari sesuatu yang berbeda atau beraneka ragam sehingga menjadi satu kesatuan dan pengendalian terhadap konflik atau penyimpangan dari penyatuan unsur-unsur tersebut.

 

Apa Itu GNS3?

GNS3 adalah sebuah program graphical network simulator yang dapat mensimulasikan topologi jaringan yang lebih kompleks dibandingkan dengan simulator lainnya. Program ini dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti Windows, Linux, atau Mac OS X.

 

Apa Itu QEMU?

QEMU merupakan suatu program yang digunakan untuk menjalankan emulator suatu sistem operasi. Untuk memulai menggunakan QEMU anda harus membuat virtual hardisk terlebih dahulu yang kemudian virtual harddisk tersebut akan diisi oleh suatu sistem operasi. Dalam menggunakan qemu ini tentunya agak sulit bagi orang awam karena dari mulai membuat sampai mengisi sistem operasi tersebut menggunakan command tertentu.

 

Sistem operasi buatan Mikrotik yaitu RouterOS, adalah sistem operasi yang berbasis Linux dan sering digunakan untuk mengoperasikan Router MikroTik RouterBoard. RouterOS dapat diinstall pada perangkat yang menggunakan processor x86 seperti PC ataupun laptop dan juga dapat diinstall pada aplikasi Virtualisasi seperti QEMU. Pada kali ini kami akan menunjukan cara menginstall Mikrotik CHR pada Virtualisasi QEMU yang terinstall dan diintegrasikan di GNS3.

 

Kelebihan menggunakan QEMU dibanding virtualisasi yang lainnya adalah lebih ringan, dan dapat berjalan di background serta dapat di remote menggunakan telnet melalui terminal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendownload file ISO MikroTik RouterOS pada situs resmi.

 

Instalasi GNS3

 

Instalasi Mikrotik di GNS3

  1. Download ISO Mikrotik di website resmi mikrotik.com atau www.routeros.co.id, lalu ekstrak file berekstensi .zip yang sudah di download.
  2. Buka software GNS3, klik menu Edit -> Preferences, klik Qemu VMS -> klik tombol New untuk menambahkan router mikrotik CHR di gns3. Pada kolom Name, isikan sesuai dengan keinginan teman – teman, misal kami beri nama “Mikrotik”, lalu klik Next.
  3. Disini kita menentukan besaran RAM yang akan digunakan, sebaiknya jangan mengalokasikan RAM yang terlalu besar agar tidak terlalu memakan banyak resource, untuk alokasi RAM ini sebenarnya 64 MB pun sudah cukup. Namun disini kami memberikan alokasi RAM sebesar 256 MB, sedangkan untuk path Qemu binary secara otomatis akan ditentukan sendiri oleh GNS3, klik Next untuk melanjutkan.
  4. Selanjutnya kita akan menentukan tipe console yang akan dipakai, pilihan tipe console yang tersedia yaitu VNC, Spice, dan Telnet, dikarenakan kita akan lebih sering menggunakan command line untuk mengkonfigurasi router, maka pilih console type Telnet saja, klik Next.
  5. Tentukan image router yang akan digunakan pada bagian Disk Image, karena kita akan menggunakan image router mikrotik CHR, pilih New Image, lalu pada kolom Disk image (hda) klik Browse.
  6. Lalu pilih image router yang sebelumnya sudah kita download dan ekstrak & klik tombol Open
  7. Apabila muncul kotak dialog “Would you like to copy chr-6.44.2.img to default images directory” pilih saja Yes sehingga akan tampil seperti gambar di bawah, kemudian klik Finish.
  8. Setelah menekan tombol Finish, maka akan muncul halaman summary seperti gambar di bawah.

 

Untuk lebih jelasnya boleh dilihat di link dibawah ini….

 

Instalasi Adapter Loopback

Loopback Adapter adalah sebuah adapter atau interface network virtual yang berfungsi menghubungkan jaringan antara laptop/pc utama dengan OS virtual baik Mikrotik, Cisco, PC virtual (Windows).

Secara default atau bawaan adapter ini belum tersedia pada laptop/pc pabrikan, maka untuk bisa menggunakannya harus terlebih dahulu dibuat.

Langkah-Langkah :

  1. Klik kanan pada Windows start menu, pilih Device Manager, maka akan muncul window baru Device Manager. Pada window tersebut klik pada tab Action, kemudian klik pada Add legacy hardware, maka akan muncul lagi window baru Add hardware, seperti gambar dibawah :
  2. Kemudian klik Next, pada tahap ini diminta untuk memilih mode penginstalan adapter loopback, apakah manual (Advanced) atau otomatis (Recommended). Di artikel ini saya pilih manual agar bisa menentukan sendiri jenis loopback adapter yang akan di install.
  3. Kemudian klik Next, pada Common hardware types klik pada Network adapters kemudian Pada tahapan ini, disebelah kiri pilih pabrikan adapter yang akan di install (Microsoft), dan disebelah kanan pilih Microsoft KM-TEST Loopback adapter,
  4. kemudian Next, disini Loopback adapter siap untuk di install, maka klik Next untuk mulai menginstall dan tunggu proses instalasi selesai, kemudian klik Finish.

 

Sampai disini Loopback adapter sudah selesai di install, silahkan cek di Network Connections.

 

Untuk lebih jelasnya lihat di link dibawah ini….

 

Mikrotik Configuration

  1. Setting Identity

Identity router adalah nama yang muncul pada command prompt, identity tentunya untuk memudahkan kita mengingat nama router sebagai identitas daripada kita mengingat ip addressnya. Untuk mengganti identity router, misalkan akan diganti menjadi “Router1”

Pada winbox : System | Identity

Setelah diganti, maka identity router tersebut akan berubah menjadi:

[admin@Router1] >

 

  1. Setting IP Address

Jika menggunakan winbox : IP | Addresses, double click baris interface yang akan dimasukan ip address, lalu isikan ip address nya.

 

  1. Setting DHCP Server

Jika menggunakan winbox : IP | DHCP Server | DHCP | DHCP Setup, lalu ikuti langkah- langkah pada wizard seperti tampilan di bawah ini, isi sesuai dengan konfigurasi yang kita miliki.

 

  1. Setting DHCP Client

Jika menggunakan Winbox: IP | DHCP Client | +

 

  1. Setting DNS Server

Jika menggunakan winbox: IP | DNS | Servers

 

  1. Konfigurasi Default Gateaway

Setelah setting IP Address pada interface yang akan digunakan, setting yang perlu dilakukan selanjutnya adalah Default Gateway, yaitu gerbang untuk penghubung antara jaringan local dengan jaringan internet. IP Address yang akan dijadikan sebagai Default Gateway adalah IP Address yang diberikan oleh ISP, dalam contoh IP Address nya adalah 62.10.10.2/29. Cara settingnya adalah :

Jika menggunakan winbox : IP | Routeres | +

 

  1. Setting Firewall > NAT

Selanjutnya perlu di setting agar komputer client bisa berkomunikasi dengan jaringan internet melalui router Mikrotik adalah NAT (Network Address Translation), yaitu untuk menerjemahkan IP Address yang dapat dikenali oleh jaringan internet. Cara settingnya adalah :

Jika menggunakan winbox : IP | Firewall | NAT | +

  1. Setting Hotspot

Cara Settingnya :

Jika menggunakan winbox : Buka di menu IP > Hotspot > Hotspot Setup.

Dengan menekan tombol Hotspot Setup, wizard Hotspot akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya.

Langkah pertama, kita diminta untuk menentukan interface mana Hotspot akan diaktifkan. Pada kasus kali ini, Hotspot diaktifkan pada wlan1, dimana wlan1 sudah kita set sebagai access point (ap-bridge). Selanjutnya klik Next.

 

Jika di interface wlan1 sudah terdapat IP, maka pada langkah kedua ini, secara otomatis terisi IP Address yang ada di wlan1. Tetapi jika belum terpasang IP, maka kita bisa menentukan IP nya di langkah ini. Kemudian Klik Next.

Langkah ketiga, tentukan range IP Address yang akan diberikan ke user (DHCP Server). Secara default, router otomatis memberikan range IP sesuai dengan prefix/subnet IP yang ada di interface. Tetapi kita bisa merubahnya jika dibutuhkan. Lalu klik Next

Langkah selanjutnya, menentukan SSL Certificate jika kita akan menggunakan HTTPS untuk halaman loginnya. Tetapi jika kita tidak memiliki sertifikat SSL, kita pilih none, kemudian klik Next

Jika diperlukan SMTP Server khusus untuk server hotspot bisa ditentukan, sehingga setiap request SMTP client diredirect ke SMTP yang kita tentukan. Karena tidak disediakan smtp server, IP 0.0.0.0 kami biarkan default. Kemudian klik Next.

Di langkah ini, kita menentukan alamat DNS Server. Anda bisa isi dengan DNS yang diberikan oleh ISP atau dengan open DNS. Sebagai contoh, kita menggunakan DNS Server Google. Lalu klik Next.

Selanjutnya kita diminta memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisikan, nantinya setiap user yang belum melakukan login dan akan akses ke internet, maka browser akan dibelokkan ke halaman login ini. Disini DNS name sebaiknya menggunakan format FQDN yang benar. Jika tidak diisikan maka di halaman login akan menggunakan url IP address dari wlan1. Pada kasus ini, nama DNS-nya diisi “hotspot.mikrotik.co.id”. Lalu klik Next.

Langkah terakhir, tentukan username dan password untuk login ke jaringan hotspot Anda. Ini adalah username yang akan kita gunakan untuk mencoba jaringan hotspot kita. Sampai pada langkah ini, jika di klik Next maka akan muncul pesan yang menyatakan bahwa setting Hotspot telah selesai.

Selanjutnya kita akan mencoba mengkoneksikan laptop ke wifi hotspot yang sudah kita buat. Kemudian buka browser dan akses web sembarang (pastikan Anda mengakses web yang menggunakan protokol http, karena hotspot mikrotik belum mendukung untuk redirect web yang menggunakan https).

 

 

Sekian dari kami, semoga artikel kali ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *