Apakah Itu Internet of Things (IoT)?

“Internet of Things” (IoT) Merupakan topik utama dalam pembicaraan pada tahun yang semakin berkembang ini baik di rumah, kampus, maupun tempat kerja. IoT adalah konsep yang tidak hanya memiliki potensi untuk mempengaruhi cara kita hidup tetapi bagaimana cara kita bekerja saat ini apalagi di dunia yang semakin berkembang ini. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud oleh “Internet of Things” dan apa dampak sebenarnya terhadap Anda dan kita semua yang berada di era milenial? Mari kita bahas dan mencoba untuk memahami apa yang menjadi dasar artikel kali ini.

IoT Adalah?

“Internet of Things” (IoT) Merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung dan sharing data secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Sederhananya seperti ini, konsep yang pada dasarnya menghubungkan perangkat apa pun dengan tombol hidup dan mati ke Internet. Ini mencakup semua hal mulai dari ponsel, mesin cuci, headphone, lampu, AC, serta perangkat lainnya yang dapat saling terhubung. Ini juga berlaku untuk komponen mesin, misalnya mesin jet pesawat terbang atau bor minyak dan komponen-komponen mesin lainnya. Jadi intinya, jika memiliki tombol aktif dan nonaktif maka kemungkinan besar itu bisa menjadi bagian dari “Internet of Things” (IoT).

Perkembangan IoT

Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi terlebih di bidang internet, maka kita juga akan semakin berkembang, di mana bukan hanya smartphone atau komputer saja yang dapat terkoneksi dengan internet. Namun berbagai macam benda nyata akan terkoneksi dengan internet. Sebagai contohnya seperti : mesin produksi, berbagai jenis kendaraan mesin, peralatan elektronik, dan termasuk benda nyata apa saja yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global menggunakan sensor dan atau aktuator yang tertanam pada perangkat tersebut. Di dunia bidang IT, konsep ini telah dikenal dengan istilah “Internet of Things” atau dikenal dengan singkatan IoT. Suatu perangkat keras biasanya tertanam dalam berbagai macam benda nyata tersebut sehingga benda tersebut dapat tersambung dengan internet. Beberapa contoh konkrit dari “wearable” yang mulai dipasarkan di dunia adalah : Google Glass, Google Nest, Nike Fit, dan Samsung Smart Watch, Smart Air Conditioner, Smart TV, Smart Refrigerator. Pada tahun 2017, menurut CEO Samsung, 90% dari semua produk Samsung akan berupa perangkat IoT, termasuk semua televisi dan perangkat mobile. Dua tahun berikutnya, semua produk Samsung akan siap dengan koneksi IoT. Kompetitor terdekat Samsung, yakni Apple pun memiliki upaya di bidang IoT dengan proyek Homekit, yang merupakan protokol pengontrol rumah pintar melalui sistem operasi iOS. Beberapa produk Apple tersebut antara lain iHome, Incipio, GridConnect, dan iDevices. Semua perangkat Apple Homekit tersebut akan dipasarkan dalam waktu dekat ini. Maka bersiaplah untuk menyaksikan dan merasakan “new user experience” menggunakan perangkat berteknologi IoT dalam kehidupan anda. Menarik bukan jika IoT bisa ada ditengah – tengah kita dan bisa membantu kita dalam mengerjakan berbagai pekerjaan dalam kehidupan sehari – hari. Bahkan dengan adanya IoT ini segalanya dapat dilakukan cara yang lebih efisien dan tidak memakan banyak sumber daya.

Cara Kerja IoT

Konsep IoT ini sebenarnya cukup sederhana dengan cara kerja mengacu pada 3 elemen utama pada arsitektur IoT, seperti:

1.) Barang fisik yang dilengkapi atau tertanam modul IoT.

2.) Perangkat Koneksi ke Internet seperti Modem dan Router Wireless Speedy seperti di rumah anda.

3.) Cloud Data Center tempat untuk menyimpan aplikasi beserta database.

Things (Modul IoT)

Cloud (Network)

Platform Clouds (Cloud Data Center)

Bagaimana Ini Mempengaruhi Anda?

Pada skala yang lebih luas, “Internet of Things” (IoT) dapat diterapkan pada hal-hal seperti jaringan transportasi baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dan perangkat-perangkat lainnya di seluruh kota yang biasa disebut sebagai Smart City yang dapat membantu masyarakat mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi untuk hal-hal seperti penggunaan energi dan sumber daya lainnya. Kenyataannya adalah bahwa IoT (Internet of things) memungkinkan peluang dan koneksi yang nyaris tanpa akhir untuk terjadi, banyak di antaranya yang bahkan tidak dapat kita pikirkan atau pahami sepenuhnya saat ini. Tidak sulit untuk melihat bagaimana dan mengapa IoT adalah topik yang sangat ramai di perbincangkan, itu tentu membuka pintu untuk banyak peluang tetapi juga banyak tantangan. Tetapi di beberapa tahun dari sekarang, semua perangkat elektronik maupun semua mesin pasti akan di kendalikan menggunakan IoT karena kemudahan nya dalam mengontrol sistem perangkat tersebut untuk membantu pekerjaan manusia sekaligus mengefesiensikan sumber daya di masa depan. Terlebih lagi vendor dari perusahaan luar negeri yang sudah menerapkan konsep IoT pada berbagai macam produknya. Dan pada akhirnya semua orang dengan gampangnya mengakses lampu, mesin cuci, AC, dan berbagai perangkat lainnya hanya menggunakan remote control secara online. Jadi tidak menutup kemungkinan juga Indonesia dengan salah satu pengguna internet terbanyak di dunia ini juga akan menerapkan konsep-konsep IoT ini di seluruh tempat yang ada baik di sekolah, kantor, maupun di tempat umum di berapa tahun yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *