JavaScript telah ada selama lebih dari 20 tahun, dan ini adalah salah satu bahasa yang selalu berkembang. Bahasa ini telah mengalami pertumbuhan yang serba cepat akhir-akhir ini yang membuat saya bertanya-tanya apakah teknologi modern front-end JavaScript yang terkenal hari ini akan relevan beberapa tahun kemudian.

Namun demikian, penting untuk berada di depan permainan dengan bekerja dengan framework terbaru untuk alur kerja pengembangan yang lebih baik. Artikel ini membahas berbagai framework yang harus Anda pertimbangkan untuk dipelajari saat ini. Berikut ini merupakan framework javascript yang paling banyak digunakan:

Angular JS

Angular JS adalah framework  JavaScript  dengan pola MVC di sisi klie untuk mengembangkan aplikasi web yang dinamis. Angular JS awalnya dimulai sebagai proyek di Google tetapi sekarang merupakan framework yang open source.

Angular JS sepenuhnya didasarks pada HTML dan JavaScript, jadi tidak perlu mempelajari sintaks atau bahasa lain.Angular JS mengubah HTML statis menjadi HTML dinamis.

React JS

React JS  adalah library front-end yang dikembangkan oleh Facebook. Framework  yang digunakan untuk menangani tampilan untuk web dan aplikasi seluler. React JS memungkinkan kita untuk membuat komponen UI  yang  dapat digunakan kembali.

Saat ini salah satu framework  JavaScript  yang paling popular dan memiliki fondasi yang kuat dan komunitas yang besar di belakangnya.

Vue JS

Vue.js adalah Framework JavaScript yang digunakan untuk merancang user interface pada website. Vue awalnya dirilis pada bulan Februari 2014 oleh Evan You. Evan sebelumnya pernah bekerja di Google sebagai Creative Technology (2012-2014) dan Meteor Development Group (2014-2016) sebagai Core Dev. Pada pertengahan 2016, dia memutuskan untuk fokus membangun Vue.js sampai sekarang. Vue diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembuatan aplikasi yang lebih baik. Vue memilih beberapa sintaks template dari Angular, dan menghapus banyak sintaks yang menjadikannya sangat ringan.

Meteor JS

Meteor, atau Meteor.js,  adalah framework JavaScript isomorfik yang gratis dan open source, ditulis menggunakan Node.js. Meteor  memungkinkan pembuatan prototipr yang cepat dan menghasilkan kode lintas platform (Android, iOS, Web). Meteor terintegrasi dengan MongoDB dan menggunakan Distributed  Data Protocol dan mempublikasikan pola untuk secara otomatis menyebarkan perubahan data ke klien tanpa mengharuskan pengembang untuk menulis kode sinkronisasi.

 

Node.js

Node.js  adalah run-time environment JavaScript yang bersifat open source, lintas-platform dan mengeksekusi kode JavaScript pada sisi server.

Secara historis, JavaScript digunakan terutama untuk kode pada sisi klie, di mana kode yang ditulis dalam JavaScript disematkan dalam HTML laman web dan menjalankan sisi klien dengan mesin JavaScript di peramban web pengguna.

Ember JS

Ember.js adalah framework web JavaScript yang bersifat open source, framework ini berdasarkan pada pola model-view-view-model (MVVM). Hal ini memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi web  satu halaman yang dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, kombinasi Ember.js dan  Rails  memberi Anada lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas untuk membuat kode aplikasi web yang lebih kaya dan lebih interaktif.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Baca Juga: CSS Framework Paling Populer Saat Ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *