Beberapa aplikasi layanan VPN populer disebut telah mengumpulkan data penggunanya, walaupun mengklaim tidak mengumpulkan data penggunanya

Beberapa peneliti menemukan database tidak terproteksi mengenai penggunanya dari 5 aplikasi VPN terkenal.

Temuan ini pertama kali diumumkan oleh peneliti di Comparitech, kluster Elasticsearch menemukan bahwa database ini bisa diakses siapapun dan mengandung data pengguna termasuk kredensial login, alamat IP, waktu akses, dan lainnya.

Awalnya, data ini dikira terhubung dengan UFO VPN saja, namun tim terpisah pada VPNmentor menemukan 6 penyedia layanan VPN lain yang turut membagikan isi pada database tersebut.

6 layanan VPN lainnya yang terlibat antara lain: FAST VPN, Free VPN, Super VPN, Flash VPN, Secure VPN.

Insiden ini menjadi berita tidak menyenangkan bagi para pengguna VPN yang tidak memiliki banyak pilihan selain percaya pada janji keamanan yang dibuat oleh para penyedia layanan.

Pada kebijakan privasi UFO VPN, disebutkan bahwa “Kami tidak melacak aktivitas pengguna selain di situs kami, begitu juga dengan aktivitas koneksi dan situs yang dikunjungi oleh pengguna yang menggunakan layanan kami.”

Namun, database yang mengandung total 1.083.997.361 log data pengguna menujukan ketujuh penyedia layanan tersebut mengumpulkan berbagai log, bertentangan dengan kebijakan pengumpulan data.

“Kami menemukan beberapa log aktivitas pengguna pada server mereka. Informasi yang disimpan termasuk alamat email, password, alamat IP, alamat rumah, model ponsel, ID perangkat, dan detail teknis lainnya,” kata VPN mentor.

Pengguna VPN sebaiknya menggunakan layanan seperti NordVPN dan ExpressVPN yang berhasil membuktikan mereka sungguhan menjaga keamanan penggunanya.

 

sumber foto : VPNOverview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *