Desain grafis bisa tampak seperti pekerjaan yang sulit, karena banyaknya teknik dan software yang perlu dikuasai. Bagi desainer grafis pemula atau yang belum memiliki pengalaman, tentu perlu berlatih lebih banyak dalam mendesain dan mengembangkan keterampilan secara bertahap. Tidak heran bila pelajar atau mahasiswa pun sering diwajibkan untuk magang di perusahaan periklanan selama beberapa bulan untuk belajar desain grafis.

Atau jika meminta saran ke desainer yang berpengalaman, pada akhirnya mungkin mereka hanya akan menyarankan membaca buku prinsip-prinsip desain dan mempelajari software pengolah grafis Bitmap, Vektor, dan Layout. Tentu itu benar, namun ada beberapa tips ringkasan sederhana dalam belajar desain grafis yang bagus untuk pemula. Berikut adalah 7 tips penting belajar desain grafis untuk pemula :

  1. Amati Dan Analisis Berbagai Desain

Luangkan waktu untuk mengamati koleksi desain. Setiap desain, baik itu infografis, ilustrasi, dan foto digital yang kita lihat berisi garis, bentuk, teks, dan elemen-elemen lain, yang digabungkan dengan cara cermat dan teliti. Konsep desain bisa didapatkan dari mengamati dan menganalisis.

Proses menganalisis berbagai desain akan membantu mengetahui bagaimana konsep desain dapat diimplementasikan dalam prakteknya. Kendati demikian, perlu mengembangkan keterampilan dengan konsep sendiri, artinya mengimplementasikan berbagai elemen ke konsep yang dimiliki sendiri.

2. Menentukan Tipografi Desain

Tentu, desainer tidak akan membatasi penggunaan tipografi hanya pada satu jenis font. Ada banyak font yang bahkan bisa didapatkan secara gratis di internet. Dengan demikian, desainer pemula bisa bereksperimen dengan mencoba bermacam-macam font.

Dalam bereksperimen pun perlu kecermatan supaya bisa mendapatkan font-font bagus yang bisa diterapkan nantinya. Yang terpenting dalam fokus Tipografi adalah kenyamanan dan keterbacaan huruf.

3. Kohesi Warna Dan Gelap Terang

Warna memiliki pengaruh kuat terhadap reaksi pembaca. Pilihan warna mempengaruhi suasana hati. Misalnya, hijau mengingatkan orang akan kedamaian, kesegaran, dan alam, sedangkan biru tua bisa bersifat mistis, membangkitkan minat, atau bahkan membuat depresi. Karena hal ini terkait dengan psikologi warna.

4. Layout Yang Konsisten

Layout yang konsisten adalah kunci keseimbangan desain grafis. Dengan memilih beragam elemen teks dan gambar, selain pemilihan elemennya yang berkualitas dan bergaya, penataan letaknya perlu konsistensi dan proporsional.

Menyeimbangkan elemen-elemen ini menciptakan desain yang rapi dengan tampilan sederhana dan profesional. Pada program-program Adobe biasanya terdapat fitur Grid yang bisa digunakan untuk membantu penyelarasan ini.

5. Menyisakan Ruang Kosong

Memanfaatkan ruang kosong merupakan tips desain grafis yang bagus, terutama bagi desainer grafis pemula. Karena ruang kosong akan menunjukkan kesederhanaan dengan memfokuskan elemen-elemen utama desain. Kendati demikian, ruang kosong memiliki fungsi utama, yakni untuk mata beristirahat.

6. Gunakan Ikon-Ikon

Ikon-ikon bisa membantu desain menjadi lebih berisi dengan elemen unik yang tidak terlalu banyak dan lebih sederhana. Jika memiliki akun media sosial, bisa menambahkan ikon-ikon ini di bagian kontak. Dengan informasi ini, audiens pun dapat segera mengidentifikasi nama bisnis atau perusahaan.

7. Hanya Memakai Elemen Berkualitas

Ilustrasi, diagram, tipografi, dan gambar apapun yang dimasukkan ke desain, sangat mempengaruhi dan memberi makna tersendiri pada keseluruhan desain. Misalnya, jika menggabungkan gambar hasil foto sendiri yang biasa-biasa saja dengan ketika menggabungkan beberapa gambar profesional yang dibeli dari situs web stok foto berbayar, Tentu pengaruhnya sangat berbeda.

Dengan demikian, desain yang bagus bukan hanya soal mendesain, namun juga elemen-elemen yang digunakan harus  berkualitas untuk seluruh desain perlu diprioritaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *