Assalamualaikum Wr. Wb. dan Salam Sejahtera untuk para pengunjung maupun yang hanya sekedar lewat hehehe. Kali ini kami akan membahas tentang cara mengatasi Bootmgr tentunya bagi teman-teman yang sedang menghadapi masalah Bootmgr. Baca sampai selesai kawan

Jika Windows 7 “BOOTMGR is Missing”, maka sebenarnya kamu tidak sendirian. Kerusakan windows ini sangat sering dialami oleh kita semua, bahkan para penemu windows sekalipun. Kerusakan windows 7 ini biasanya muncul ketika komputer tidak bisa start.

Apa arti dari BOOTMGR is Missing? Ini berarti bahwa ketika mencoba start ternyata sistem tidak menemukan file bootmgr yang dibutuhkan oleh sistem untuk bekerja diawal komputer dijalankan. Penyebabnya ada dua yaitu bisa karena kerusakan hardware dan bisa juga karena kerusakan software. Pesan Kesalahan (error message) BOOTMGR

Ada beberapa pesan saat sistem operasi Windows mengalami kesalahan (error) pada file BOOTMGR, diantaranya:

1. BOOTMGR is missing, press Ctrl Alt Del to restart

Kamu dapat menekan tombol Ctrl + Alt + Del untuk me-restart komputer, komputer tidak akan restart kecuali Kamu menekan ketiga tombol tersebut secara bersamaan atau menekan tombol reset pada PC (PC Desktop umumnya memiliki setidaknya dua tombol, power dan reset).

2. BOOTMGR is missing, press any key to restart

Kamu dapat menekan tombol apapun (pada keyboard) untuk me-restart komputer atau menekan tombol reset pada PC Desktop.

3. Could’n find BOOTMGR

Sama halnya dengan kedua pesan kesalahan sebelumnya, pesan kesalahan ini berarti BOOTMGR hilang (missing) namun sistem tidak menampilkan pilihan untuk me-restart komputer, kecuali dengan menekan tombol reset pada PC Desktop.

Cara mengatasi BOOTMGR Is Missing

1. Restart Komputer

Ini merupakan solusi sederhana dalam mengatasi kesalahan “BOOTMGR is missing”, pada beberapa kasus sistem operasi Windows dapat startup dengan normal dari “BOOTMGR is missing” setelah restart, hal ini kemungkinan terjadi karena sistem operasi Windows gagal membaca system file BOOTMGR pada startup pertama dan setelah restart proses pembacaan system file BOOTMGR diulangi dan berhasil.

2. Periksa Perangkat yang Terhubung ke Komputer

Umumnya kamu meng-install sistem operasi (apapun) atau menjalankan perangkat lunak pada saat boot kamu harus merubah konfigurasi “Boot Order” pada BIOS, ada beberapa pilihan pada Boot Order diantaranya Optical Disk Drive, Floopy Disk Drive, USB Disk Drive, Hard Disk Drive, dan lain sebagainya (fitur tergantung dari jenis BIOS yang digunakan).Oleh karena itu, jika solusi pada poin 1 tidak berhasil (dengan merestart komputer), maka melepas perangkat seperti USB Flash Drive, CD/DVD pada Optical Disk Drive, merupakan solusi yang layak dicoba, kenapa? Karena kemungkinan komputer melakukan boot dari salah satu perangkat tersebut (misalnya USB Flash Drive) sedangkan perangkat tersebut dalam keadaan non-bootabl

3. Periksa Boot Order pada BIOS

Sama halnya dengan solusi pada poin 2, kemungkinan komputer membaca perangkat selain Hard Disk Drive saat pertama load (boot), jika komputer membaca USB Flash Drive sebagai boot media maka solusinya cukup dengan mencabut USB Flash Drive dari port USB, namun hal tersebut akan cukup merepotkan jika kita harus mencabut terlebih dahulu perangkat-perangkat seperti USB Flash Drive, CD/DVD dari Optical Disk Drive, dan lain sebagainya setiap kali menyalakan komputer.Oleh karena itu solusi selanjutnya adalah dengan mengatur Hard Disk Drive sebagai boot media menjadi urutan pertama pada boot order di pengaturan BIOS, hal ini berarti komputer akan membaca terlebih dahulu perangkat Hard Disk Drive sebelum perangkat yang lain, hal ini merupakan pilihan terbaik karena sistem operasi Windows terpasang pada salah satu partisi Hard Disk Drive.
4. Periksa Semua Kabel Data dan Kabel Power

Pada PC Desktop setiap perangkat seperti Hard Disk Drive dan Optical Disk Drive terhubung dengan dua kabel, kabel data (seperti SATA) yang menghubungkan perangkat tersebut dengan motherboard dan kabel power yang menghubungkan perangkat tersebut dengan power supply, kesalahan pada BOOTMGR dapat terjadi karena salah satu kabel tersebut terlepas, tidak terpasang sempurna, atau rusak.

5. Lakukan Startup Repair

Pada installation media sistem operasi Windows (dapat berupa DVD atau USB Flash Drive) terdapat fitur startup repair, fitur ini dimaksudkan untuk mengatasi sistem operasi Windows yang gagal startup salah satunya adalah masalah BOOTMGR ini.Startup Repair akan menggantikan (replace) system file yang korup (corrupt) atau rusak (crash), namun berbeda dengan proses reinstall, data (seperti perangkat lunak yang ter-install ) dan konfigurasi pada sistem operasi Windows akan tetap seperti semula karena file yang diganti hanya system file saja.

6. Format Partisi Sistem dan Install Windows Baru (reinstall)

Pilihan ini menjadi pilihan terbaik apabila kelima pilihan diatas tidak menjadi solusi, ada beberapa kerusakan pada system file memang tidak dapat ditangani oleh fitur repair bawaan installation media sistem operasi Windows, oleh karena itu reinstall menjadi solusi terbaik apabila kerusakan pada BOOTMGR memang disebabkan oleh system file yang corrupt atau crash. Namun untuk mengambil pilihan ini kamu harus benar-benar memahami bahwa semua data pada partisi sistem (biasanya partisi C:) akan dihapus termasuk pernagkat lunak yang terinstall dan konfigurasi sistem operasi lain bahkan data pribadimu dan digantikan dengan system file yang baru.

7. Ganti Hard Disk Drive dan Install Windows Baru (reinstall)

Solusi terakhir dari kami adalah penggantian Hard Disk Drive dilakukan apabila masalah diatas disebabkan oleh kerusakan fisik pada Hard Disk Drive seperti Bad Sector dan lain sebagainya.Untuk mengantisipasi kerusakan pada system file terutama pada file yang dibutuhkan saat boot, sistem operasi Windows mulai dari Windows 7 sudah menyediakan partisi khusus yang berlabel “System Reserved” dan tidak memiliki letter, jadi saat meng-install Windows sebaiknya partisi sistem sebelumnya dihapus lalu dibuat ulang agar partisi “System Reserved” (sekitar 100MB pada Windows 7) tercipta.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY